in ,

4 Kecenderungan Perilaku Manusia Berdasarkan Rentang Usia

4 Kecenderungan Perilaku Manusia Berdasarkan Rentang Usia

Kajian Tasawuf: 4 Empat kecenderungan Perilaku Manusia Menurut Rentang Usianya dalam Pandangan Tasawuf Oleh Abah Aos RA. QS.

Alkhamdulillah, pada kesempatan yang baik ini, bangArif yang sedang dan akan selalu belajar, mencoba untuk sedikit menulis tentang apa yang diwasiatkan oleh Guru Agung terkait 4 Perilaku Manusia Menurut Rentang Usianya.

Bismillahir Rokhmaanir Rokhiim

Assalamu ‘Alaikum Wa Rokhmatullohi Wa Barokaatuh

Empat Perilaku Manusia Dalam Pandangan Tasawuf

Alkhamdulillah, Puji serta Syukur dipanjatkan hanya kepada Alloh Subkhanahu Wa Ta’ala. Karena dengan rakhmat-Nya kita diberikan kesempatan untuk dapat berinteraksi melalui tulisan sederhana ini.

Sholawat dan Salam disampaikan teruntuk junjungan kita Sang Juru Selamat Manusia, Nabiyyuna wa Rosuluna, Sayyiduna, Habiibunaa, Wa Maulaana Muhammad SAW.

Terima kasih yang dalam saya sembahkan kepada Para Guru, Ahli Silsilah Thoriqoh Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah Suryalaya-Sirnarasa, Terkhusus untuk Syaikhuna Wa Murobbi Arwakhina Sulthonul Auliya fii haadza zaman, Syaikh Muhammad Abdul Ghaots Syaifulloh Maslul Ra QS. (Abah Aos: Mursyid TQN Suryalaya-Sirnarasa Silsilah ke-38).

Alkhamdulillah, atas karomah beliau saya diperkenankan untuk dapat berbagi sedikit informasi yang saya dapat dari beliau Syaikh Muhammad Abdul Ghaots Syaifulloh Maslul RA QS (Abah Aos).

Informasi ini didapat disela-sela pertemuan(sokhbah) antara Ikhwan jamaah TQN Suryalana-Sirnarasa dengan Pangersa Guru Agung Abah Aos RA QS di Madrosah beliau di Pondok Pesantren Sirnarasa, Abah Aos menyampaikan kepada para ikhwan yang hadir bahwa pada 79 tahun yang lalu, beliau (Abah Aos) mendapat nasihat dari Gurunya Syaikh Akhmad Shohibul Wafa Taajul ‘Arifin (Abah Anom) RA QS yang pada ketika itu beliau adalah Guru Agung Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Naqsyabandiyah PP Suryalaya dari Silsilah ke-37.

Nasihat Abah Anom

Nasihat Abah Anom yang disampaikan kepada Abah Aos tersebut adalah sebagai berikut:

Berdasarkan rentang usianya, Kecenderungan Perilaku Manusia Semasa Hidup itu ada 4, yaitu Lahwun, Tazayyun, Tafakkur, dan Ta’abbud.

Diriwayatkan Oleh Abah Aos RA QS Dari Abah Anom (Syaikh Akhmad Shohibul Wafa Taajul Arifin) RA QS.

Abah Anom menyampaikan kepada Abah Aos bahwa semasa hidupnya, manusia itu memiliki 4 kecenderungan perilaku yang terbagi berdasarkan rentang usianya, yaitu:

1. Lahwun – Senda Gurau : Perilaku Manusia Rentang Umur 10 tahunan

2. Tazayyun – Berhias Diri – Perilaku Manusia Rentang Umur 20 tahunan

3. Tafakkur – Berpikir : Perilaku Manusia Rentang Umur  30 tahunan

4. Ta’abbud – Penghambaan/Ibadah : Perilaku Manusia Rentang Umur 40 tahun keatas

Keempat perilaku manusia ini disampaikan oleh Abah Aos menggunakan dialek Sunda sebagaimana berikut :

…Langkah Jelma Teh Aya Opat Langkah, Lahwun itu waktuna ulin, Tazayyun itu bersolek/berdandan/bergaya/berlegeg, Tafakkur waktuna mikir, Ta’abbud waktuna ibadah

Disampaikan Oleh Pangersa Guru Agung Abah Aos RA QS.

Dari penyampaian diatas, menurut hemat penulis, keempat perilaku manusia berdasarkan rentang umur tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Lahwun – Senda Gurau

Pada rentang usia paska dilahirkan sampai dengan usia kisaran 10 tahunan, manusia lebih cenderung melakukan hal-hal yang bersifat Lahwun.

Adapun secara harfiah, menurut hemat penulis, arti lahwun dalam bahasa indonesia dapat diartikan sebagai senda gurau atau main-main. Untuk pengertian lainnya tentang arti Lahwun silahkan baca disini Arti Lahwun

Terkait dengan pembahasan diatas tentang 4 kecenderungan perilaku manusia menurut rentang usianya, sebagaimana yang dijelaskan oleh Pangersa Abah Aos Ra Qs, bahwa kata lahwun sebagai kecenderungan pertama perilaku manusia yang berada pada rentang usia 1-10 tahun, dalam konteks tersebut Lahwun adalah perilaku manusia yang cenderung melakukan hal-hal dan perbuatan yang bersifat senda gurau atau hanya main-main belaka. Artinya bahwa manusia lebih cenderung melakukan hal-hal yang sifatnya tidak serius sebagaimana wajarnya anak-anak yang berada pada rentang usia tersebut.

2. Tazayyun – Berhias diri

Kecenderungan perilaku manusia yang kedua adalah Tazayyun. Dimana Tazayyun menunjukkan kecenderungan perilaku manusia yang suka bersolek/berdandan, bergaya, dan tingkah laku lainnya yang berkaitan dengan ke-eksistensian dirinya yang lebih mementingkan ego/nafsu untuk menunjukkan “Siapa Aku”.

Kecenderungan perilaku ini berada pada rentang usia 10 tahun hingga memasuki kisaran usia 30 tahun.

3. Tafakkur – Berpikir

Pada fase ini, perilaku manusia cenderung mulai berpikir. Dalam pengertian yang sederhana, tafakkur dapat dimaknai sebagai sebuah proses berpikir dalam rangka pencarian jati diri, perenungan, kontemplasi, dan merencanakan apa yang semestinya ia harus sadari dan lakukan untuk dirinya sendiri maupun untuk selainnya.

Proses ini seringkali berkaitan dengan upaya-upaya untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti siapa dirinya, kenapa harus ada, bagaimana bisa, apa yang harus dilakukan, seperti apa masa depannya kelak, dan lain sebagainya.

Kecenderungan perilaku manusia yang demikian kerap terjadi diantara rentang usia 30-40 tahun.

4. Ta’abbud – Penghambaan/Peribadatan

Memasuki usia 40 tahunan kecenderungan perilaku manusia lebih dominan kepada hal-hal yang dapat mendekatkan dirinya kepada Tuhannya.

Direntang usia ini, manusia cenderung mulai merasa perlu untuk bisa lebih mengenal siapa Tuhannya, dan bagaimana ia bisa dekat dengan Tuhannya. Hal ini berkaitan dengan proses dimana pada rentang usia tersebut manusia sudah mulai merencanakan apa yang ia lakukan untuk mempersiapkan kepulangannya kelak kehadirat Tuhan.

Demikianlah kiranya penjelasan yang dapat penulis tangkap dari apa yang disampaikan Oleh Pangersa Guru Agung Abah Aos RA QS. Tentu saja penjelasan ini adalah menurut hemat penulis yang fakir pengetahuan ini. Mohon kiranya pembaca sekalian dapat memberikan saran dan masukan jika terdapat kesalahan penulis dalam memahami apa yang disampaikan Oleh Pangersa Abah Aos. Penulis memohon agar dapat menjadi maklum atas apa yang penulis sampaikan dengan tidak cermat ini.

Terima kasih. Semoga dapat menjadi Berkah dan Manfaat bagi kita Semuanya, Segalanya, Selamanya. Aamiin.

Wassalaamu ‘Alaikum Wa Rokhmatulloohi Wa Barokaatuh.

What do you think?

Written by bangArif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Kemuliaan Guru dan Orang Berilmu dalam Al-Qur’an dan Hadits

Kemuliaan Guru dan Orang Berilmu dalam Al-Qur’an dan Hadits

Nasionalisme, Toleransi Beragama, dan Laku Peribadatan Sufistik

Nasionalisme, Toleransi Beragama, dan Laku Peribadatan Sufistik