in ,

Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani – Bulan JUMADIL ULA Manqobah Ke-35 dan 36

Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani – Bulan JUMADIL ULA Manqobah Ke-35 dan 36

Kisah Syaikh Ahmad Kanji di Bulan Jumadil Ula berdasarkan Manqobah Ke-35 yaitu Syaikh Ahmad Kanji Menjadi Murid Syaikh Abdul Qodir Atas Petunjuk Gurunya, dan Manqobah Ke-36 tentang Syaikh Ahmad Kanji Menjunjung Kayu Bakar Di Atas Kepalanya.

بِّسمِّْ اللهِّ الرَّ حْمّٰنِّ الرَّ حِّيْم

اَلَآ اِّ ن اَوْليِّآَءَ اللهِّ لَا خَوْ ف عَليَْهمِّْ وَلَا هُمْ يَحزَْنوُْنََۚ ۞ الذِّينَْ اّٰمَنوُْا وكََانوُا يََّتقُوْنََۗ ۞
لَهُمُ الْبشُْرّٰى فِّي الْحَيّٰوةِّ الدنْيَا وَفِّي الْآخِّرَةَِّۗ لَا تَبْدِّيْلَ لكَِّلِّمّٰتِّ اللهَِّۗ ذّٰلكَِّ هُوَ الْفَوْزُ
الْعَظِّيْم

Bismillaahirrohmaanirroohim. Alaa inna Auliyaa’alloohi laa khoufun ‘alaihim wa laahum yahzanuun. Alladziina aamanuu wakaanuu yattaquun. Lahumul busyroo fil hayaatid dunyaa wa fiil aakhiroh, laa tabdiila likalimaatillaah, dzaalika huwal fauzul ‘azhiim.


بِّسمِّْ اللهِّ الرَّ حْمّٰنِّ الرَّ حِّيْم


اَلْحمَْدُ للِّهِّ رَ بِّ الْعَالمَِّينَْ ، وَالْعَاقِّبةَُ للِّْمتَُّقِّينَْ ، وَلَا عُدْوَانَ اَّ لا عَلىَ الظالمِِّّينَْ ،
وَالصلاَةُ وَالسلاَمُ عَلىّٰ سَيدِّنَا مُحََّمدٍ وَعَلىّٰ اّٰلهِّٖ وَصَحبِّْهٖ اَجْمَعِّينَْ ، اََّ ما بعَْدُ :

Bismillaahirrohmaanirroohim. Alhamdulillaahi Robbil ‘aalamin, wal ‘aaqibatu lill Muttaqiin, walaa ‘udwaana illaa ‘alazh zhoolimiin, wash sholaatu was salaamu ‘alaa Sayidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shohbihii ajma’iin, Ammaa ba’du:

Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Puji bagi Allah pencipta Semesta alam. Sholawat serta salam semoga dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW berserta keluarganya, sahabatnya serta ‘awliya Allah dan para pengikutnya sampai hari akhir.


Ini sekelumit manaqib Sulthon Awliya’ Syaikh Abdul Qodir Al Jailani, pada bulan Jumadil Ula dengan Manqobah ke-35 dan ke-36, kutipan dari kitab “Uquudul LaAali Fii Manaaqibil Jayli” dan kitab “Tafriihul Khootir Fii Manaaqibisy Syaikhi Abdul Qodir”, semoga dengan dibacakan manaqib ini, Allah SWT melimpahkan keberkahannya kepada kita sekalian, dimudahkan rizki yang halal, dijauhkan dari malapetaka dunia dan akhirat, diterima segala niat dan maksud kita, dimudahkan urusan kita yang berhubungan dengan dunia dan akhirat, Amiin Yaa Robbal ‘aalamiin.


Adapun diantara manaqib Syaikh Abdul Qodir Al Jailani sebagai berikut:

Manqobah Ke-35 : Syaikh Ahmad Kanji Menjadi Murid Syaikh Abdul Qodir Atas Petunjuk Gurunya

Diriwayatkan, pada suatu hari Syaikh Ahmad kanji sedang mengambil wudhu, terlintas dalam hatinya bahwa thoriqot Syaikh Abdul Qodir itu lebih disukai dari pada thoriqot-thoriqot lainya. Gurunya yaitu Syaikh Abi Ishak Maghribi mengetahui pula apa yang terlintas dalam hati muridnya, lalu beliau bertanya : “ Apakah kamu mengetahui kedudukan Syaikh Abdul Qodir?” Dijawab oleh Syaikh Ahmad Kanji: “Saya tidak tahu”. Lalu gurunya menjelaskan: “Syaikh Abdul Qodir itu memiliki dua belas sifat. Kalau lautan dijadikan tintanya dan pepohonan dijadikan penanya, manusia, malaikat dan jin sebagai penulisnya, maka tidak akan mampu menulis satu sifat pun.”

Mendengar penjelasan dari gurunya itu, ia makin bertambah mahabbah kepada Syaikh Abdul Qodir, hatinya berbisik: “Satu harapanku, tidak meninggal dunia sebelum aku menjadi muridnya.”

Kemudian dengan kemauan yang keras berangkatlah ia menuju kota Baghdad. Setibanya disebuah gunung di wilayah Ajmir yang dibawahnya mengalir sungai, ia mengambil air wudlu untuk sholat. Didalam keadaan antara tidur dan tidak, ia dikunjungi Syaikh Abdul Qodir, beliau membawa mahkota merah dan

sorban hijau. Syaikh Ahmad Kanji berdiri menghormati kedatangannya: “Mari kesini lebih dekat”, kata beliau sambil mengenakan mahkota merah dan sorban hijau diatas kepalaku, lalu bersabda: “Wahai Ahmad Kanji, sekarang kamu sudah menjadi muridku dan menjadi anakku dan menjadi Rijalulloh (laki-laki Alloh).” Lalu beliau menghilang, mahkota dan sorban sudah melekat terpakai diatas kepalaku, lalu ia sujud syukur atas nikmat Alloh yang telah diterimanya.

Kemudian ia pulang kegurunya sambil memperlihatkan mahkota merah dan sorban hijau hadiah dari Syaikh Abdul Qodir dan menceritakan peristiwa yang dialaminya. Gurunya berkata: “Wahai Ahmad Kanji, mahkota dan sorban itu adalah khirqoh bagimu, kamu sangat dikasihi Syaikh Abdul Qodir, sekarang berdirilah dengan tegak, kamu telah menjadi wali yang utama”. Dengan mengharap keberkahannya, Syaikh Abi Ishak Maghribi memakai mahkota dan sorban itu dikepalanya, lalu diserahkan kembali kepada Syaikh Ahmad Kanji.

Manqobah ke-36 : Syaikh Ahmad Kanji Menjunjung Kayu Bakar Di Atas Kepalanya

Pekerjaan Syaikh Ahmad kanji adalah mencari kayu bakar untuk memasak roti bagi para faqir. Setelah mengenakan mahkota dari Sayyid Abdul Qodir, gurunya bekata: “Sekarang engkau tidak layak mencari kayu bakar sebab kepalamu sudah dimahkotai dengan mahkota yang mulia”. Namun Syaikh Ahmad Kanji memohon izin dari gurunya untuk mencari kayu bakar. Ujar gurunya: “Ya kalau begitu, terserah kamu”. Iapun berangkat ke gunung mengumpulkan kayu bakar lalu diikat.

Waktu akan dipikul, kayu bakar itu melayang diatas kepala Syaikh Ahmad Kanji kira-kira sehasta dari kepalanya. Lantas Syaikh Ahmad Kanji pulang ke gurunya. Kayu bakar terus melayang mengikuti Syaikh Ahmad.

Setibanya ditempat Syaikh Abi Ishak Maghribi, gurunya itu berkata : “Nah Syaikh Ahmad, apa kataku, kamu tidak pantas lagi memikul kayu bakar, sebab sudah ditempati mahkota dan sorban mulia. Mulai sekarang, sudahlah jangan mencari kayu bakar. Engkau oleh Sayyid Abdul Qodir sudah ditunjuk ke pangkat Rijalulloh.”

Demikianlah sekelumit manaqib Sulthon Awliya’ Syaikh Abdul Qodir Al Jailani, pada bulan Robi’uts Tsani dengan Manqobah ke-51 dan ke-53, kutipan dari kitab “Uquudul LaAali Fii Manaaqibil Jayli” dan kitab “Tafriihul Khootir Fii Manaaqibisy Syaikhi Abdul Qodir”, semoga dengan dibacakan manaqib ini, Allah SWT melimpahkan keberkahannya kepada kita sekalian, dimudahkan rizki yang halal, dijauhkan dari malapetaka dunia dan akhirat, diterima segala niat dan maksud kita, dimudahkan urusan kita yang berhubungan dengan dunia dan akhirat, Amiin Yaa Robbal ‘aalamiin.

What do you think?

Written by bangArif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani – Bulan ROBI’UTS TSANI Manqobah Ke-51 dan 53

Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani – Bulan ROBI’UTS TSANI Manqobah Ke-51 dan 53

Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani – Bulan JUMADITS TSANIYAH Manqobah Ke-15, 16, dan 17

Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani – Bulan JUMADITS TSANIYAH Manqobah Ke-15, 16, dan 17