in ,

Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani – Bulan JUMADITS TSANIYAH Manqobah Ke-15, 16, dan 17

Kisah Syaikh Abdul Qodir di Bulan JUMADITS TSANIYAH

Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani – Bulan JUMADITS TSANIYAH Manqobah Ke-15, 16, dan 17

Kisah Syaikh Abdul Qodir di Bulan JUMADITS TSANIYAH berdasarkan Manqobah Ke-15 yaitu Nama Syaikh Abdul Qodir Seperti Ismul A’zhom, Manqobah Ke-16 tentang Syaikh Abdul Qodir Menghidupkan Orang Yang Sudah Mati, dan Manqobah Ke-17 : Syekh Abdul Qodir Merebut Ruh Dari Malakul Maut

بِّسمِّْ اللهِّ الرَّ حْمّٰنِّ الرَّ حِّيْم

اَلَآ اِّ ن اَوْليِّآَءَ اللهِّ لَا خَوْ ف عَليَْهمِّْ وَلَا هُمْ يَحزَْنوُْنََۚ ۞ الذِّينَْ اّٰمَنوُْا وكََانوُا يََّتقُوْنََۗ ۞
لَهُمُ الْبشُْرّٰى فِّي الْحَيّٰوةِّ الدنْيَا وَفِّي الْآخِّرَةَِّۗ لَا تَبْدِّيْلَ لكَِّلِّمّٰتِّ اللهَِّۗ ذّٰلكَِّ هُوَ الْفَوْزُ
الْعَظِّيْم

Bismillaahirrohmaanirroohim. Alaa inna Auliyaa’alloohi laa khoufun ‘alaihim wa laahum yahzanuun. Alladziina aamanuu wakaanuu yattaquun. Lahumul busyroo fil hayaatid dunyaa wa fiil aakhiroh, laa tabdiila likalimaatillaah, dzaalika huwal fauzul ‘azhiim.


بِّسمِّْ اللهِّ الرَّ حْمّٰنِّ الرَّ حِّيْم


اَلْحمَْدُ للِّهِّ رَ بِّ الْعَالمَِّينَْ ، وَالْعَاقِّبةَُ للِّْمتَُّقِّينَْ ، وَلَا عُدْوَانَ اَّ لا عَلىَ الظالمِِّّينَْ ،
وَالصلاَةُ وَالسلاَمُ عَلىّٰ سَيدِّنَا مُحََّمدٍ وَعَلىّٰ اّٰلهِّٖ وَصَحبِّْهٖ اَجْمَعِّينَْ ، اََّ ما بعَْدُ :

Bismillaahirrohmaanirroohim. Alhamdulillaahi Robbil ‘aalamin, wal ‘aaqibatu lill Muttaqiin, walaa ‘udwaana illaa ‘alazh zhoolimiin, wash sholaatu was salaamu ‘alaa Sayidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shohbihii ajma’iin, Ammaa ba’du:

Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Puji bagi Allah pencipta Semesta alam. Sholawat serta salam semoga dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW berserta keluarganya, sahabatnya serta ‘awliya Allah dan para pengikutnya sampai hari akhir.


Ini sekelumit manaqib Sulthon Awliya’ Syaikh Abdul Qodir Al Jailani, pada bulan JUMADITS TSANIYAH dengan Manqobah ke-15, ke-16, dan ke-17, kutipan dari kitab “Uquudul LaAali Fii Manaaqibil Jayli” dan kitab “Tafriihul Khootir Fii Manaaqibisy Syaikhi Abdul Qodir”, semoga dengan dibacakan manaqib ini, Allah SWT melimpahkan keberkahannya kepada kita sekalian, dimudahkan rizki yang halal, dijauhkan dari malapetaka dunia dan akhirat, diterima segala niat dan maksud kita, dimudahkan urusan kita yang berhubungan dengan dunia dan akhirat, Amiin Yaa Robbal ‘aalamiin.


Adapun diantara manaqib Syaikh Abdul Qodir Al Jailani sebagai berikut:

Manaqib Syaikh Abdul Qodir Al Jaylani

Manqobah Ke-15 : Nama Syaikh Abdul Qodir Seperti Ismul A’zhom

Diriwayatkan di dalam kitab Haqo’iqul Haqo’iq, ada seorang perempuan datang menghadap Syaikh Abdul Qodir mengadukan hal anaknya, “Saya mempunyai seorang anak, kini ia hilang tenggelam ke dalam laut, saya yakin tuan Syaikh bisa mengembalikan anak saya hidup kembali, saya mohon pertolongan Tuan. “Mendengar perempun itu, Syaikh berkata “Sekarang kamu pulang, anakmu sudah ada di rumahmu”. Perempuan itu pulang dengan tergesa-gesa, setibanya dirumah, anaknya itu belum ada.

Segera ia menghadap lagi kepada Syaikh sambil menangis melaporkan bahwa anaknya itu belum ada. Syaikh berkata, “Sekarang anakmu sudah ada di rumahmu, sebaiknya kamu segera pulang”. Perasaan rindu pada anaknya menggebu-gebu, namun setibanya di rumah, anaknya belum ada juga.

Dengan penuh keyakinan ia datang lagi menghadap Syaikh sambil menangis mohon anaknya hidup kembali. Kemudian Syaikh menundukkan kepalanya dan tegak kembali sambil berkata, “Sekarang tidak akan salah lagi, pasti anakmu sudah ada dirumah. “Dengan penuh harapan ia pulang menuju rumahnya, anaknya sudah ada berkat karomah Syaikh Abdul Qodir.

Mengenai peristiwa ini Syaikh munajat kepada Alloh, “Ya Alloh, Engkau Maha Kuasa menciptakan mahluk dengan mudah, demikian pula halnya pada waktu mengumpulkan mahluk dipadang mahsyar hanya dalam tempo yang singkat sudah berkumpul, mengapa hanya menghidupkan seorang saja sampai 3 kali, hamba malu oleh perempuan itu. Dan apa hikmahnya?”. Alloh swt menjawab, “Semua ucapanmu kepada perempuan itu tidak salah, pertama kali kamu mengatakan kepada perempuan itu anaknya sudah ada dirumah, malaikat baru mengumpulkan tulang belulangnya yang berserakan, dan yang kedua kalinya seluruh anggota tubuhnya baru utuh kembali dan dihidupkan, ketiga kalinya si anak di angkat dari dasar laut dikembalikan kerumahnya.”

Alloh berfirman: “Wahai Abdul Qodir! Kamu jangan kecewa. Sekarang silahkan kamu minta, pasti kuberi.” Spontan Syaikh merebahkan kepalanya bersujud sambil berkata, “Engkau Kholiq, apa saja yang Engkau berikan akan kuterima”. Lalu Alloh memberi hadiah kepada Syaikh dan berfirman, “Barang siapa melihatmu pada hari Jum’at, ia akan kujadikan wali, dan kalau kamu melihat tanah tentu akan menjadi emas.” Syaikh berkata, “Ya Alloh, semua pemberian-Mu kurang begitu manfaat bagiku, aku mohon karuniamu yang lebih bermanfaat dan lebih mulia setelah aku tiada”. Alloh swt berfirman, “Namamu dibuat seperti nama-Ku, barang siapa menyebut namamu, pahalanya sama dengan yang menyebut nama-Ku.”

Manqobah Ke-16 : Syaikh Abdul Qodir Menghidupkan Orang Yang Sudah Mati.

Diriwayatkan di dalam kitab Asrorut Tholibin, Syaikh Abdul Qodir pada waktu melewati suatu tempat, bertemu dengan seorang umat Islam sedang berdebat dengan seorang umat Nasrani. Beliau menyikapi dengan seksama dan menanyakan apa yang menjadi sebab perdebatan itu, kata orang Muslim: ” Kami sedang membangga-banggakan Nabi kami masing-masing, dan saya berkata padanya, Nabi Muhammad-lah yang paling utama”. Kata orang Nasrani: “Nabi Isa-lah yamg paling sempurna”. Lalu Syekh bertanya kepada orang Nasrani: “Apa yang menjadi dasar kamu mengatakan bahwa Nabi Isa-lah lebih sempurna daripada Nabi Muhammad?”. Orang Nasrani menjawab: “Nabi Isa bisa menghidupkan orang yang sudah mati”. Syekh berkata lagi: “Kamu tahu aku bukan Nabi, aku hanya pengikut Nabi Muhammad noticed? Kalau aku bisa menghidupkan orang yang sudah mati, kamu bersedia untuk beriman kepada Nabi Muhammad noticed ?”. “Baik, saya mau beriman dan masuk agama Islam”, jawab orang Nasrani itu. “Kalau begitu, mari kita mencari kuburan”. Lanjut Syaikh.

Setelah mereka menemukan sebuah kuburan tua, sudah berusia lima ratus tahun, lalu Syaikh mengulangi lagi pertanyaannya: “Nabi Isa kalau menghidupkan orang yang sudah mati bagaimana caranya?”. Orang Nasrani menjawab: “Beliau cukup dengan mengucapkan QUM BIIDZNILLAH (Bangunlah dengan Izin Alloh)”. “Nah sekarang kamu perhatikan dan dengarkan baik-baik !”, kata Syekh, lalu beliau menghadap ke kuburan tadi sambil mengucapkan: “QUM BIIDZNII (Bangunlah dengan izinku)”. Kuburan terbelah dua, keluarlah mayat itu sambil bernyanyi. Konon pada waktu hidupnya ia seorang penyanyi. Melihat dan menyaksikan peristiwa tersebut, orang Nasrani itu berubah keyakinan menjadi beriman kepada Nabi Muhammad noticed dan masuk agama Islam.


Manqobah Ke-17 : Syekh Abdul Qodir Merebut Ruh Dari Malakul Maut

Abu Abbas Ahmad Rifa’i meriwayatkan : Ada seorang pelayan Syaikh Abdul Qodir yang meninggal dunia, kemudian isterinya datang menghadap beliau mengadukan halnya sambil menangis. Karena ratapnya itu, Syaikh menundukkan kepala bertawajjuh kepada Alloh, ketika itulah beliau melihat malaikat maut sedang kelangit membawa keranjang maknawi penuh dengan ruh-ruh manusia yang baru selesai dicabut pada hari itu. Kemudian beliau meminta kepada malaikat maut supaya menyerahkan nyawa muridnya. Permintaan itu ditolak oleh malaikat maut. Lalu beliau merebut keranjang maknawi itu, dan tumpahlah semua nyawa yang ada di dalamnya dan kembali ke jasadnya masing-masing.

Menghadapi kejadian ini malaikat unjuk pihatur kepada Alloh swt : “Ya Alloh, Engkau Maha Mengetahui tentang kekasih-Mu dan wali-Mu Abdul Qodir”. Alloh berfirman : “Memang benar, Abdul Qodir itu kekasih-Ku, karena tadi nyawa pelayannya tidak kamu berikan, akibatnya seluruh ruh itu terlepas, dan sekarang kamu menyesal karena kamu tidak memberikannya”.

Demikianlah sekelumit manaqib Sulthon Awliya’ Syaikh Abdul Qodir Al Jailani, pada bulan JUMADITS TSANIYAH dengan Manqobah ke-15, ke-16, dan ke-17, kutipan dari kitab “Uquudul LaAali Fii Manaaqibil Jayli” dan kitab “Tafriihul Khootir Fii Manaaqibisy Syaikhi Abdul Qodir”, semoga dengan dibacakan manaqib ini, Allah SWT melimpahkan keberkahannya kepada kita sekalian, dimudahkan rizki yang halal, dijauhkan dari malapetaka dunia dan akhirat, diterima segala niat dan maksud kita, dimudahkan urusan kita yang berhubungan dengan dunia dan akhirat, Amiin Yaa Robbal ‘aalamiin.

What do you think?

Written by bangArif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani – Bulan JUMADIL ULA Manqobah Ke-35 dan 36

Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani – Bulan JUMADIL ULA Manqobah Ke-35 dan 36